MAKALAH
BIMBIMGAN
DAN KONSELING DI PAUD
“Anak
Pendiam”
Nama Dosen
: Rahman S.Pd.M.Pd
Di susun
oleh :
Desi Riana
Sari
NIM :
1205125096
Kelas : A
Sore
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan
karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Dimana makalah ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah Bimbingan dan
Konseling di PAUD. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen dan
teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab
itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan
selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...
Samarinda, 15 Desember 2013
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR …………………………………... i
DAFTAR ISI ……………………………………………. ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………….. 1
BAB II
DASAR TEORI …………………………………………… 3
BAB III
PEMBAHASAN
A. Analisis ……………………………………………… 6
B. Diagnosis ……………………………………………. .6
C. Prognosis ………………………………………..…… 8
D.
Trigmen ………………………………………..……..
8
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak Pendiam adalah salah satu permasalahan yang cukup
menjadi perhatian bagi para pendidik anak usia dini. Anak yang pendiam dalam
kesehariannya belum tentu dapat diartikan bahwa anak tersebut bermasalah.
Karena selama pengamatan, anak pendiam dibedakan menjadi dua macam,yaitu anak
pendiam karena sifatnya memang pendiam, dan anak pendiam yang disebabkankarena
berbagai masalah.Tujuan dari studi kasus ini adalah menemukan penyebab anak
menjadi pendiam,merumuskanalternatif pemecahan masalahnya,dan melaksanakan
solusi penanganannya.Cara menangani anak yang bermasalah,yaitu anak diberikan
kegiatan baru yang sekiranya menarik perhatian anak,memberikan perhatian dan
kasih sayang yang cukup, mendorong anak agar berpartisipasi dalamkelompok, mengajari
cara memulai pertemanan,dan melakukan diskusi dengan orangtua tentang
permasalahan anak tersebut.Sebagai hasil dari cara penanganan di atas, telah
didapatkan hasil yang cukup bagus pada perkembangan anak, yaitu anak mulai
mencoba membuka diri untuk bermain dengan teman,mulai mau merespon kegiatan,
mau berpartisipasi dalam kegiatan belajar di sekolah,dan lebihtenang dalam
menyikapi setiap keadaan selayaknya anak lain.Dari permasalahan di atas, maka
dapat disimpulkan bahwa anak pendiam mendapatkan penanganan tidak hanya dari
guru saja,melainkaii juga membutuhkan dukungan dari orangtua sehingga mampu
mengurangi bahkan menghilangkan trauma ketakutan yang menjadikannya pendiam.
Disarankan kepada guru,agar terus melakukan pengamatan
perkembangan anak yang bermasalah tanpa meninggalkan tanggungjawab kepada anak
yang lain,dan harus mampu menggali potensiuntuk memberikan media pembelajaran
agar anak terus tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.m
1
Kepada orangtua, disarankan agar mengurangi bahkan
merubah polaasuh yang mungkin dapat menyebabkan anak menjadi terganggu
perkembangan mentalnya,misalnya tidak mudah membentak, tidak mudah melarang hal
yang dilakukan anak selagi amandan terkendali, sering mengajak berbincang
tentang dunia anak.dan sering memberikan pujianagar anak merasa bahwa dirinya
disayang oleh keluarganya.
2
BAB II
DASAR TEORI
Bedasarkan teori, ada beberapa faktor atau penyebab mengapa
anak menjadi pendiam/pemalu Diantaranya yaitu :
1. Karakter bawaan
Sebagian pendapat mengatakan bahwa sifat pemalu adalah karakter bawaan sejak lahir. Hal ini terlihat misalnya saja seorang bayi yang ramah banyak tersenyum ketika berinteraksi dengan orang lain yang baru dikenal. Sedangkan bayi lain ada yang langsung menangis ketika bertemu atau akan digendong oleh orang yang baru dikenal.
Sebagian pendapat mengatakan bahwa sifat pemalu adalah karakter bawaan sejak lahir. Hal ini terlihat misalnya saja seorang bayi yang ramah banyak tersenyum ketika berinteraksi dengan orang lain yang baru dikenal. Sedangkan bayi lain ada yang langsung menangis ketika bertemu atau akan digendong oleh orang yang baru dikenal.
2. Pengaruh kondisi tertentu
Pendapat lain juga banyak yang mengatakan sifat pemalu adalah respon yang didapat sebagai akibat adanya suatu kondisi tertentu. Misalnya saja karena pola asuh yang keliru, lingkungan sosial yang tidak nyaman bagi anak untuk berinteraksi, anak pernah mendapat pengalaman buruk dan lain sebagainya.
Pendapat lain juga banyak yang mengatakan sifat pemalu adalah respon yang didapat sebagai akibat adanya suatu kondisi tertentu. Misalnya saja karena pola asuh yang keliru, lingkungan sosial yang tidak nyaman bagi anak untuk berinteraksi, anak pernah mendapat pengalaman buruk dan lain sebagainya.
3. Pola asuh awal yang keliru
Rasa malu kemungkinan bisa terjadi karena pola pengasuhan awal yang salah ketika anak masih bayi terutama di dua tahun usia pertamanya. Hal ini karena otak bayi saat itu berkembang dengan sangat cepat dan ini adalah saat bayi mengembangkan pola mengasosiasikan sesuatu.
Misalnya bayi yang sering berada dalam gendongan, atau orang tua yang segera berlari memeluk anak saat bayi menangis. Bayi yang diperlakukan seperti ini akan menjadi bayi manja dan merasa dicintai.
Rasa malu kemungkinan bisa terjadi karena pola pengasuhan awal yang salah ketika anak masih bayi terutama di dua tahun usia pertamanya. Hal ini karena otak bayi saat itu berkembang dengan sangat cepat dan ini adalah saat bayi mengembangkan pola mengasosiasikan sesuatu.
Misalnya bayi yang sering berada dalam gendongan, atau orang tua yang segera berlari memeluk anak saat bayi menangis. Bayi yang diperlakukan seperti ini akan menjadi bayi manja dan merasa dicintai.
3
4. Perasaan dicintai tentu saja baik bagi anak, tapi
apabila diberikan dengan cara berlebihan seperti memperlakukan anak sebagai
raja yang selalu dilayani setiap saat, menanggapi dengan cepat setiap
tangisannya dan banyak memberikan pujian yang berlebihan juga tidak terlalu
baik.
Anak yang selalu dimanja saat sendirian tanpa orang tua akan merasa kehilangan pegangan dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Sementara anak yang sejak bayi tidak selalu dimanja tidak merasa takut, mampu mengatasi rasa kesendirian dan tetap mampu menampilkan kemampuan dirinya dengan penuh.
Anak yang selalu dimanja saat sendirian tanpa orang tua akan merasa kehilangan pegangan dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Sementara anak yang sejak bayi tidak selalu dimanja tidak merasa takut, mampu mengatasi rasa kesendirian dan tetap mampu menampilkan kemampuan dirinya dengan penuh.
5. Tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi
Salah satu sebab mengapa anak Anda jadi pemalu ketika bertemu orang, bisa jadi karena dia tidak punya teman sebaya sebagai teman bermainnya. Anak tidak tahu bagaimana cara memperkenalkan dirinya atau berinteraksi dengan anak lain karena tidak pernah diajak keluar main ke tetangga, ke taman atau tidak bersekolah. Anak tidak diberikan kesempatan belajar berinteraksi dengan anak seusianya karena lingkungan bermainnya terbatas hanya keluarga di rumah. Ketika anak diajak keluar rumah, anak akan melihat orang lain di luar keluarga adalah sebuah ancaman dan ini membuatnya menarik diri dari keramaian di tempat umum.
Salah satu sebab mengapa anak Anda jadi pemalu ketika bertemu orang, bisa jadi karena dia tidak punya teman sebaya sebagai teman bermainnya. Anak tidak tahu bagaimana cara memperkenalkan dirinya atau berinteraksi dengan anak lain karena tidak pernah diajak keluar main ke tetangga, ke taman atau tidak bersekolah. Anak tidak diberikan kesempatan belajar berinteraksi dengan anak seusianya karena lingkungan bermainnya terbatas hanya keluarga di rumah. Ketika anak diajak keluar rumah, anak akan melihat orang lain di luar keluarga adalah sebuah ancaman dan ini membuatnya menarik diri dari keramaian di tempat umum.
6. Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah
bahagia
Faktor lain bisa saja karena orang tua yang pemalu, jarang tersenyum, banyak menutup diri dan jarang bergaul dengan tetangga karena pola atau gaya hidup yang tidak cocok dengan lingkungan rumah tinggal. Contoh lain misalnya orang tua yang malas mengajak anak jalan-jalan ke luar rumah seperti ke supermarket atau toko mainan seperti anak-anak lainnya tanpa disadari dapat turut mengembangkan rasa murung yang dapat berpengaruh pada sifat pemalu pada diri anak.
Faktor lain bisa saja karena orang tua yang pemalu, jarang tersenyum, banyak menutup diri dan jarang bergaul dengan tetangga karena pola atau gaya hidup yang tidak cocok dengan lingkungan rumah tinggal. Contoh lain misalnya orang tua yang malas mengajak anak jalan-jalan ke luar rumah seperti ke supermarket atau toko mainan seperti anak-anak lainnya tanpa disadari dapat turut mengembangkan rasa murung yang dapat berpengaruh pada sifat pemalu pada diri anak.
4
7. Anak merasa menjadi sumber perhatian
Anak pemalu kadang merasa dirinya diperhatikan banyak orang atau merasa kalau dirinya menjadi bahan perbincangan. Hal ini menyebabkan anak takut atau cemas untuk bertindak karena khawatir hal yang dilakukannya salah dan menjadi bahan tertawaan banyak orang.
Anak pemalu kadang merasa dirinya diperhatikan banyak orang atau merasa kalau dirinya menjadi bahan perbincangan. Hal ini menyebabkan anak takut atau cemas untuk bertindak karena khawatir hal yang dilakukannya salah dan menjadi bahan tertawaan banyak orang.
5
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Analisis
Nama Anak : Rina Wati
Kelas : A 1(TK ISLAM AL-KUTSAR)
TTL : Sanarinda, 21 Maret 2008
Alamt :
Samarinda, jln. Hasan Basri
Nama Orang Tua
Ayah : Abdul Supriyono
Ibu : Rahayu
B.
Sintesis (Kesimpulan Sementara)
Dari pengumpulan data Rina, kesimpulan sementars mengapa atau
apa penyebab Rina menjadi pendiam, yaitu :
1.
Rina mersa kurang percaya diri,
2.
Jarang di beri reward pujian,
3.
Rina merasa jarang dilibatkan dalam komunikasi.
C.
Diagnosis (Kesimpulan Utama)
Ada perbedaan faktor atau penyebab mengapa anak menjdi
pendiam. Dari hasil teori mengatakan bahwa penyebab/faktor mengapa anak menjadi
pendiam yaitu :
6
1.
Karakter bawaan
2.
Pengaruh kondisi tertentu
3.
Pola asuh awal yang keliru
4.
Tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi
5.
Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah
bahagia
6.
Anak merasa menjadi sumber perhatian
Sedangkan
dari obsevasi yang saya lakukan bahwa penyebab utama mengapa Rina
menjadi pendiam, yaitu diantaranya :
1.
Rina kurang dapat pujian dan kasih sayang dari
orang-orang terdekatnya. Seperti dari orang tua, tante, om, kakek, nenek, dan
orang yang terlihat dekat dengan dirinya.
2.
Rasa percaya diri Rina kurang. Karena banyaknya
kritikan/penilaian yang berlebihan dari orang-orang menyebabkan Rina mengalami
hambatan dalam berkomunikasi dan beraktivitas. Sehingga membuat Rina sanat
menutup diri bahkan kehilangan percaya diri.
3.
Kesempatan Rina berinteraksi dengan teman-teman
sebayanya kurang, Rina tidak diberi kesempatan berinteraksi dengan teman/anak
seusia dengan dia. Karena lingkungan mainnya terbatas hanya keluarga. Oleh
karena itu, ketika Rina diajak keluar rumah, Rina merasa orang lain diluar
keluarga adalah suatu ancaman dan bisa membuat Rina mendar dari keramaian.
Jadi, kesimpulannya yaitu yang menyebabkan anak pendiam bukan
hanya karena faktor kturunan, orang tu yang pendiam dan lain-lain. Tapi
penyebabnya bisa juga karena faktor anak tersebut kurang ksih sayang/perhatian
dari orang terdekatnya.
7
D.
Prognosis (Langkah Awal)
Menurut saya ada beberapa lakah awal yang dapat kita berikan
kepada anak yang pendiam, yaitu :
1.
Biarkan mereka bereksplorasi, biarkan anak
tumbuh/berkembang membangun citra dirinya.
2.
Ajak anak melakukan kunjungan. Misalnya, kita
mengajak anak kunjungan kerumah tetangga, keluarga atau teman-teman yang seumur
dengan dia.
3.
Ajak teman sebayanya kerumah. Karena dengan
mengajak anak-anak tetangga atau teman sekolahnya untuk main kerumah, anak
dapat belajar berinteraksi dengan orang lain.
E.
Trigmen (Langkah Akhir)
Menurut saya ada beberapa langkah/penanganan yang dapat kita
berikan kepada kepada anak yang pendiam, yaitu diantaranya :
1.
Sebagai Orang tua/guru/orang yang dekat dengan
anak kita harus memberi perhatian kepada anak. Seperti memberi kesempatan
kepada anak untuk tampil didepan agar anak dapat memperoleh rasa percaya
dirunya.
2.
Kita juga harus selalu memberi motuvasi kepada
anak, karena dengan motivasi tersebut dapat mendorong anak untuk tampil dan
berkreasi.
3.
Sebagai Orang tua/Guru, kita jangan sampai lupa
memberi pujian kepada anak ketika dia telah berhassil menyelesakan
tugas/kegiatan yang diberikan. Karena dengan memberi suatu pujian dapat
membangun rasa percaya diri anak. Tetapi jangan memberi pujian yang belebihan
kepada anak.
F. Komentar Kelompok
1.
Nama :
Jilia Yusdah
Komentar
Rina termasuk tipe Phelgmatic karena anak ini cerderung
pendiam. Menurut saya anak tersebut menjadi pendiam dan kurang percayadiri.
karena pola asuh yang kurang baik. Orang tua harus lebih memperhatikan Rina
agar perilaku pendiamnya dapat diatasi.
2.
Nama :
Faustina Bewu
Komentar
Menurut saya Rina termasuk tipe Phelgmatic karena Rina
menjadi sangat pendiam sebab orang tua Rina kurang memberikan kasih sayang dan
perhatiannya kepada Rina.Mungkin karena sibuk dengan pekerjaannya atau
urusannya masing-masing.
3.
Nama :
Silvi Maulina
Komentar
Menurut pendapat saya Rina termasuk tipe Phelgmatic karena
Rina kurang percaya diri dan dirumah maupun di sekolah kurang mendapat pujian
sehingga ia menjadi anak pendiam.
4.
Nama :
Fransiska Fetriana
Komentar
Menurut pendapat saya Rina termasuk tipe Phelgmatic
karena anak ini kurang bergaul dengan lingkugan sekitarnya. Dikarnakan dia
sangat pendiam dan kurang percaya diri.
8
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Faktor atau penyebab mengapa anak menjadi pendiam yaitu
karena :
1.
Karakter bawaan
2.
Pengaruh kondisi tertentu
3.
Pola asuh awal yang keliru
4.
Tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi
5.
Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah
bahagia
6.
Anak merasa menjadi sumber perhatian
7.
Kurang kasih sayang atau pujian dari orang-orang tedekat
8.
Rasa percaya diri kurang.
B. Saran
Sebagai
guru atau orang tua bagi anak kita harus selalu mendukung atau memberi motivasi
kepada anak, memberi perhatian, dan biarkan mereka berekplorasi. Kita sebagai
guru atau orang tua juga harus mengenal karakter anak seperti apa.
9
Daftar Pustaka
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono,
2004,P.T Rineka Cipta, JakartaAdams, Sir John, 1956 The Student`Guide.London:English Universities Press Ltd.
Dimyati dan Mudjiono, 1994, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Depdikbud, Dirjen PT.
10