Senin, 16 Desember 2013

Anak Pendiam



MAKALAH
BIMBIMGAN DAN KONSELING DI PAUD
“Anak Pendiam”
Nama Dosen : Rahman S.Pd.M.Pd


Di susun oleh :
Desi Riana Sari
NIM : 1205125096
Kelas : A Sore

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Dimana makalah ini merupakan salah satu dari tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling di PAUD. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...

Samarinda, 15 Desember 2013


Penyusun






i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………... i
DAFTAR ISI ……………………………………………. ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang …………………………………….. 1
BAB II
DASAR TEORI …………………………………………… 3
BAB III
PEMBAHASAN
A.   Analisis ……………………………………………… 6
B.   Diagnosis ……………………………………………. .6
C.   Prognosis ………………………………………..…… 8
D.   Trigmen ………………………………………..…….. 8








ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Anak Pendiam adalah salah satu permasalahan yang cukup menjadi perhatian bagi para pendidik anak usia dini. Anak yang pendiam dalam kesehariannya belum tentu dapat diartikan bahwa anak tersebut bermasalah. Karena selama pengamatan, anak pendiam dibedakan menjadi dua macam,yaitu anak pendiam karena sifatnya memang pendiam, dan anak pendiam yang disebabkankarena berbagai masalah.Tujuan dari studi kasus ini adalah menemukan penyebab anak menjadi pendiam,merumuskanalternatif pemecahan masalahnya,dan melaksanakan solusi penanganannya.Cara menangani anak yang bermasalah,yaitu anak diberikan kegiatan baru yang sekiranya menarik perhatian anak,memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup, mendorong anak agar berpartisipasi dalamkelompok, mengajari cara memulai pertemanan,dan melakukan diskusi dengan orangtua tentang permasalahan anak tersebut.Sebagai hasil dari cara penanganan di atas, telah didapatkan hasil yang cukup bagus pada perkembangan anak, yaitu anak mulai mencoba membuka diri untuk bermain dengan teman,mulai mau merespon kegiatan, mau berpartisipasi dalam kegiatan belajar di sekolah,dan lebihtenang dalam menyikapi setiap keadaan selayaknya anak lain.Dari permasalahan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa anak pendiam mendapatkan penanganan tidak hanya dari guru saja,melainkaii juga membutuhkan dukungan dari orangtua sehingga mampu mengurangi bahkan menghilangkan trauma ketakutan yang menjadikannya pendiam.
Disarankan kepada guru,agar terus melakukan pengamatan perkembangan anak yang bermasalah tanpa meninggalkan tanggungjawab kepada anak yang lain,dan harus mampu menggali potensiuntuk memberikan media pembelajaran agar anak terus tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.m 

1
Kepada orangtua, disarankan agar mengurangi bahkan merubah polaasuh yang mungkin dapat menyebabkan anak menjadi terganggu perkembangan mentalnya,misalnya tidak mudah membentak, tidak mudah melarang hal yang dilakukan anak selagi amandan terkendali, sering mengajak berbincang tentang dunia anak.dan sering memberikan pujianagar anak merasa bahwa dirinya disayang oleh keluarganya.


















2
BAB II
DASAR TEORI

Bedasarkan teori, ada beberapa faktor atau penyebab mengapa anak menjadi pendiam/pemalu Diantaranya yaitu :
1. Karakter bawaan
Sebagian pendapat mengatakan bahwa sifat pemalu adalah karakter bawaan sejak lahir. Hal ini terlihat misalnya saja seorang bayi yang ramah banyak tersenyum ketika berinteraksi dengan orang lain yang baru dikenal. Sedangkan bayi lain ada yang langsung menangis ketika bertemu atau akan digendong oleh orang yang baru dikenal.

2. Pengaruh kondisi tertentu
Pendapat lain juga banyak yang mengatakan sifat pemalu adalah respon yang didapat sebagai akibat adanya suatu kondisi tertentu. Misalnya saja karena pola asuh yang keliru, lingkungan sosial yang tidak nyaman bagi anak untuk berinteraksi, anak pernah mendapat pengalaman buruk dan lain sebagainya.
3. Pola asuh awal yang keliru
Rasa malu kemungkinan bisa terjadi karena pola pengasuhan awal yang salah ketika anak masih bayi terutama di dua tahun usia pertamanya.  Hal ini karena otak bayi saat itu berkembang dengan sangat cepat dan ini adalah saat bayi mengembangkan pola mengasosiasikan sesuatu.
Misalnya bayi yang sering berada dalam gendongan, atau orang tua yang segera berlari memeluk anak saat bayi menangis. Bayi yang diperlakukan seperti ini akan menjadi bayi manja dan merasa dicintai.


3
4. Perasaan dicintai tentu saja baik bagi anak, tapi apabila diberikan dengan cara berlebihan seperti memperlakukan anak sebagai raja yang selalu dilayani setiap saat, menanggapi dengan cepat setiap tangisannya dan banyak memberikan pujian yang berlebihan juga tidak terlalu baik.
Anak yang selalu dimanja saat sendirian tanpa orang tua akan merasa kehilangan pegangan dan tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Sementara anak yang sejak bayi tidak selalu dimanja tidak merasa takut, mampu mengatasi rasa kesendirian dan tetap mampu menampilkan kemampuan dirinya dengan penuh.

5. Tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi
Salah satu sebab mengapa anak Anda jadi pemalu ketika bertemu orang, bisa jadi karena dia tidak punya teman sebaya sebagai teman bermainnya. Anak tidak tahu bagaimana cara memperkenalkan dirinya atau berinteraksi dengan anak lain karena tidak pernah diajak keluar main ke tetangga, ke taman atau tidak bersekolah. Anak tidak diberikan kesempatan belajar berinteraksi dengan anak seusianya karena lingkungan bermainnya terbatas hanya keluarga di rumah. Ketika anak diajak keluar rumah, anak akan melihat orang lain di luar keluarga adalah sebuah ancaman dan ini membuatnya menarik diri dari keramaian di tempat umum.
6. Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah bahagia
Faktor lain bisa saja karena orang tua yang pemalu, jarang tersenyum, banyak menutup diri dan jarang bergaul dengan tetangga karena pola atau gaya hidup yang tidak cocok dengan lingkungan rumah tinggal. Contoh lain misalnya orang tua yang malas mengajak anak jalan-jalan ke luar rumah seperti ke supermarket atau toko mainan seperti anak-anak lainnya tanpa disadari dapat turut mengembangkan rasa murung yang dapat berpengaruh pada sifat pemalu pada diri anak.
4
7. Anak merasa menjadi sumber perhatian
Anak pemalu kadang merasa dirinya diperhatikan banyak orang atau merasa kalau dirinya menjadi bahan perbincangan. Hal ini menyebabkan anak takut atau cemas untuk bertindak karena khawatir hal yang dilakukannya salah dan menjadi bahan tertawaan banyak orang.



















5
BAB III
PEMBAHASAN

A.   Analisis
Nama Anak                        :         Rina Wati
Kelas                                           :         A 1(TK ISLAM AL-KUTSAR)
TTL                                             : Sanarinda, 21 Maret 2008
Alamt                                          : Samarinda, jln. Hasan Basri
Nama Orang Tua
Ayah                                      :         Abdul Supriyono
Ibu                                         :         Rahayu


B.   Sintesis (Kesimpulan Sementara)

Dari pengumpulan data Rina, kesimpulan sementars mengapa atau apa penyebab Rina menjadi pendiam, yaitu :
1.        Rina mersa kurang percaya diri,
2.        Jarang di beri reward pujian,
3.        Rina merasa jarang dilibatkan dalam komunikasi.

C.   Diagnosis (Kesimpulan Utama)
Ada perbedaan faktor atau penyebab mengapa anak menjdi pendiam. Dari hasil teori mengatakan bahwa penyebab/faktor mengapa anak menjadi pendiam yaitu :


6
1.        Karakter bawaan
2.        Pengaruh kondisi tertentu

3.        Pola asuh awal yang keliru
4.        Tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi
5.        Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah bahagia
6.        Anak merasa menjadi sumber perhatian

Sedangkan dari obsevasi yang saya lakukan bahwa penyebab utama mengapa Rina menjadi pendiam, yaitu diantaranya :
1.          Rina kurang dapat pujian dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Seperti dari orang tua, tante, om, kakek, nenek, dan orang yang terlihat dekat dengan dirinya.
2.          Rasa percaya diri Rina kurang. Karena banyaknya kritikan/penilaian yang berlebihan dari orang-orang menyebabkan Rina mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan beraktivitas. Sehingga membuat Rina sanat menutup diri bahkan kehilangan percaya diri.
3.          Kesempatan Rina berinteraksi dengan teman-teman sebayanya kurang, Rina tidak diberi kesempatan berinteraksi dengan teman/anak seusia dengan dia. Karena lingkungan mainnya terbatas hanya keluarga. Oleh karena itu, ketika Rina diajak keluar rumah, Rina merasa orang lain diluar keluarga adalah suatu ancaman dan bisa membuat Rina mendar dari keramaian.
Jadi, kesimpulannya yaitu yang menyebabkan anak pendiam bukan hanya karena faktor kturunan, orang tu yang pendiam dan lain-lain. Tapi penyebabnya bisa juga karena faktor anak tersebut kurang ksih sayang/perhatian dari orang terdekatnya.


7
D.   Prognosis (Langkah Awal)

Menurut saya ada beberapa lakah awal yang dapat kita berikan kepada anak yang pendiam, yaitu :
1.          Biarkan mereka bereksplorasi, biarkan anak tumbuh/berkembang membangun citra dirinya.
2.          Ajak anak melakukan kunjungan. Misalnya, kita mengajak anak kunjungan kerumah tetangga, keluarga atau teman-teman yang seumur dengan dia.
3.          Ajak teman sebayanya kerumah. Karena dengan mengajak anak-anak tetangga atau teman sekolahnya untuk main kerumah, anak dapat belajar berinteraksi dengan orang lain.

E.   Trigmen (Langkah Akhir)

Menurut saya ada beberapa langkah/penanganan yang dapat kita berikan kepada kepada anak yang pendiam, yaitu diantaranya :
1.        Sebagai Orang tua/guru/orang yang dekat dengan anak kita harus memberi perhatian kepada anak. Seperti memberi kesempatan kepada anak untuk tampil didepan agar anak dapat memperoleh rasa percaya dirunya.
2.        Kita juga harus selalu memberi motuvasi kepada anak, karena dengan motivasi tersebut dapat mendorong anak untuk tampil dan berkreasi.
3.        Sebagai Orang tua/Guru, kita jangan sampai lupa memberi pujian kepada anak ketika dia telah berhassil menyelesakan tugas/kegiatan yang diberikan. Karena dengan memberi suatu pujian dapat membangun rasa percaya diri anak. Tetapi jangan memberi pujian yang belebihan kepada anak.


F.    Komentar Kelompok
1.      Nama                   : Jilia Yusdah
Komentar
Rina termasuk tipe Phelgmatic karena anak ini cerderung pendiam. Menurut saya anak tersebut menjadi pendiam dan kurang percayadiri. karena pola asuh yang kurang baik. Orang tua harus lebih memperhatikan Rina agar perilaku pendiamnya dapat diatasi.

2.      Nama                   : Faustina Bewu
Komentar
Menurut saya Rina termasuk tipe Phelgmatic karena Rina menjadi sangat pendiam sebab orang tua Rina kurang memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepada Rina.Mungkin karena sibuk dengan pekerjaannya atau urusannya masing-masing.

3.      Nama                   : Silvi Maulina
Komentar
Menurut pendapat saya Rina termasuk tipe Phelgmatic karena Rina kurang percaya diri dan dirumah maupun di sekolah kurang mendapat pujian sehingga ia menjadi anak pendiam.

4.      Nama                   : Fransiska Fetriana
Komentar
 Menurut pendapat saya Rina termasuk tipe Phelgmatic karena anak ini kurang bergaul dengan lingkugan sekitarnya. Dikarnakan dia sangat pendiam dan kurang percaya diri.





8
BAB IV
PENUTUP

A.               Kesimpulan
Faktor atau penyebab mengapa anak menjadi pendiam yaitu karena :
1.                  Karakter bawaan
2.                  Pengaruh kondisi tertentu
3.                  Pola asuh awal yang keliru
4.                  Tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi
5.                  Orang tua yang juga pemalu dan tidak menunjukkan wajah bahagia
6.                  Anak merasa menjadi sumber perhatian
7.                  Kurang kasih sayang atau pujian dari orang-orang tedekat
8.                  Rasa percaya diri kurang.


B.      Saran
Sebagai guru atau orang tua bagi anak kita harus selalu mendukung atau memberi motivasi kepada anak, memberi perhatian, dan biarkan mereka berekplorasi. Kita sebagai guru atau orang tua juga harus mengenal karakter anak seperti apa.







9
Daftar Pustaka
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, 2004,P.T Rineka Cipta, Jakarta
Adams, Sir John, 1956 The Student`Guide.London:English Universities Press Ltd.
Dimyati dan Mudjiono, 1994, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Depdikbud, Dirjen PT.















10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar